Simalungun Sumatera Utara, Al-Jamiyatul Washliyah adalah salah satu Organisasi terbesar di Kabupaten Simalungun, tepatnya pada hari Sabtu (26/10/2024). Berita ini dikonfirmasi pada yang bersangkutan.
Beberapa waktu yang lalu salah satu unsur kepengurusan Washliyah Kabupaten Simalungun, mengalami persoalan yang sangat dilematis. Selasa, sekira pukul, 08.00 wib (22/10/2024) di Bandar Huluan Kabupaten Simalungun. Yang paling menyedihkan ketika terjadi persoalan tersebut nama besar Organisasi Al-Washliyah Kabupaten Simalungun turut dilibatkan atau dicatut dalam peristiwa itu.
Sementara pada saat kejadian itu terjadi, ditempat terjadinya insiden kejadian. Oknum Pelaku tidak menggunakan atribut Organisasi Washliyah, ataupun hadir mewakili Washliyah. Namun sangat-sangat disayangkan nama besar Washliyah dibawa-bawa, bahkan foto diri Pelaku yang memakai atribut Organisasi Washliyah dipakai sebagai Profil Gambar, yang sebenarnya sangat tidak sesuai atau tepat dalam kondisi itu. Demikian kata Wakil Ketua Pimpinan Daerah Al-Jamiyatul Washliyah Kabupaten Simalungun, Bung Sairul Amri P. Saragih. Saya sangat menyayangkan dan menyesalkan dalam pemberitaan kejadian tersebut sepantasnyalah tidak membawa-bawa nama Organisasi Washliyah. Saya awalnya membaca pemberitaan tersebut sangat prihatin dengan yang dialami Korban. Namun setelah saya baca tuntas dipemberitaan tersebut dicatut pula nama Washliyah.
Saya merasa ini bisa jadi pencorengan nama Besar Organisasi. Ini Ormas Islam, mengapa berita seorang Oknum yang telah melakukan hal yang menurut mereka tak pantas tersebut, dicatut juga nama Washliyah, sementara dia tidak mewakili Al-Washliyah dalam acara tersebut.
Dan Sepengetahuan saya begitu banyak organisasi-organisasi yang dijabat oleh Oknum pelaku tersebut, mengapa tidak tercatut.
Seolah-olah Al-Washliyah diframing ikut peran dalam persoalan Oknum Pelaku. Jika Oknum yang berbuat silakan buat nama Oknum. Jika Oknum tersebut hadir dalam mewakili Al-Washliyah dalam menghadiri acara tersebut, mungkin kita tidak bisa bicara. Itupun apakah dalam perlakuan ini harus dipublikasikan nama Jabatan Organisasi beliau di Pemberitaan. Apalagi di Media yang saya lihat, menggunakan Gambar yang memakai Baju dan Atribut Organisasi ???, saya pikir tidak tepat. Sebab dalam persoalan kriminal contohnya terkadang nama Pelaku dan Korbanpun hanya sekedar dibuat kode inisial dalam pemberitaan. Kenapa berita tersebut seperti divulgarkan. Harus dengan gambar atribut Washliyah lengkap.
Bahkan yang saya sayangkan dan saya dengar dalam hal kasus tersebut kedua belah pihak sudah berdamai. Mengapa masih bersebar luas di Media Sosial. Saya khawatir ini menjadi insiden yang tidak mencerminkan Ormas Islam, bahkan melukai hati Warga Ormas Islam tersebut.
Dan terpisah dalam pemberitaan saya baca baca tanggal 23 Oktober 2024, akan ada aksi Demontrasi yang akan dilakukan atas nama Pemuda Siantar-Simalungun. Saya dengan tegas, meminta Jangan pernah bawa-bawa nama Organisasi Islam apalagi Al-Washliyah ketika Orasi tersebut dilakukan. Jika itu dilakukan, maka kami selaku Kader-kader Washliyah tidak akan tinggal diam dengan perlakuan tersebut dan tidak akan mentolerir aksi tersebut. Pastinya gerakan hukum akan kami lakukan, katanya. Dan Bung Sairul Saragih, menambahkan saya atas nama Pribadi Organisasi Washliyah, Meminta menghapus nama dan Gambar dalam hal pencatutan kejadian di Bandar Huluan tersebut.
Apalagi acara yang diselenggarakan adalah acara dalam hal memperingati Hari Santri. “Malu kita kalau dalam moral pemberitaan saja kita tidak santun”. Ini akan menjadikan jejak rekam digital moment yang buruk bagi Organisasi Islam. Khususnya di kabupaten Simalungun yang kita cintai ini. Ini Tanoh Habonaron do Bona dalam falsafah Kebenaran adalah yang utama dan pertama yang harus diwujudkan atau dijalankan. Jadi sebaiknya kita harus lebih mengutamakan kepentingan luas terhadap kejadian ini. Pungkasnya menutup konfirmasi kepada beliau.



