Simalungun. MetroRayaNews.com-
Besarnya gaji dan tunjangan Kepala Desa/Pangulu beserta para perangkat desa yang telah dikucurkan oleh pemerintahan pusat diharapkan semakin meningkatkan kualitas kerja serta disiplin waktu kerja bagi Kepala Desa dan seluruh para aparatur desa.Rupa rupanya hal tersebut tidak diterapkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Nagori Sibuttuon Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatra Utara.

Nyatanya, sesuai pantauan wartawan Media ini di lokasi, pada hari Rabu (13/11/2024) saat jam kerja kantor Desa Sibuttuon malah kosong melompong tanpa ada staf yang piket bahkan udah beberapa kali ini terjadi. Yang seharusnya warga mendapatkan layanan, namun tidak bisa karena semua aparatur desa tidak berkantor. Wartawan pun coba menunggu di depan kantor mulai pukul 10.00 hingga 13.30 WIB,namun tidak ada satupun batang hidung perangkat desa yang hadir.
Terkait kondisi memalukan ini, wartawan coba konfirmasi kepada Pangulu (Kades) Nagori Sibuttuon, namun tidak mau menjawab .
Sementara itu, kondisi di Nagori Sibuttuon bertentangan dengan pernyataan Camat Dolok Pardamean yang menegaskan apabila jam kerja di seluruh kantor pemerintahan termasuk kantor Pangulu (Kantor Desa) adalah jam 08.00 WIB hingga 16.00 WIB setiap Senin sampai Jumat kecuali Hari Libur Nasional.
“Jam kerja Kantor Pangulu (kantor Desa) sama dengan kantor pemerintahan lainnya, yaitu jam 08.00 sampai 16.00 WIB. Kami apresiasi laporan media ini, dan kami berjanji akan memanggil kepala desanya serta akan melakukan pembinaan sesuai dengan fungsi kami sebagai pemerintah”ujar Camat.
Dalam hal ini, Pak Pangulu (Kades) Sibuntuon dinilai telah kompak bersama – sama dengan Perangkat Desa melakukan tindakan korupsi waktu, dimana saat jam kerja pelayanan kepada masyarakat justru kantor kosong melompong. Diminta kepada pihak terkait khususnya Bupati Simalungun harus mengevaluasi kinerja aparatur desa tersebut dan menegur Pemerintah Nagori (Desa) yang tidak disiplin seperti ini sehingga rakyat dapat terlayani dengan baik.
Hingga berita ini dilayangkan ke meja redaksi belum ada jawaban dari pak kades. (J.Sng &JT)






