Simalungun metrorayanews.com Di tengah angin segar perubahan yang dibawa oleh bupati baru, sebuah berita menyedihkan muncul dari kawasan pemerintahan. Pembangunan kandang rusa di halaman rumah dinas bupati menjadi sorotan utama masyarakat. Banyak warga yang merasa miris melihat proyek ini berjalan tanpa adanya transparansi yang jelas.(kamis,03/07/2025)
Pasalnya,masyarakat mulai mempertanyakan kinerja bupati baru yang diharapkan dapat membawa kebaikan dan keterbukaan bagi daerah. Namun, alih-alih mendengar suara rakyat, proyek pembangunan ini seolah berjalan dalam kegelapan. Tidak ada informasi yang memadai mengenai tujuannya, biaya, atau manfaat yang akan diperoleh oleh masyarakat.
Kesal dan bingung, warga mulai berdiskusi di berbagai forum, mengekspresikan ketidakpuasan mereka. “Mengapa dana publik digunakan untuk keperluan pribadi?” tanya seorang tokoh masyarakat yang namanya tidak mau difublikasikan. Pertanyaan-pertanyaan semacam ini menunjukkan bahwa harapan akan pemerintahan yang bersih dan akuntabel mulai luntur.

Papan transparansi merupakan salah satu tuntutan utama masyarakat, situasi ini harus segera ditangani. Warga berharap agar bupati baru mau mendengarkan aspirasi mereka dan memberikan penjelasan terkait proyek ini. Keterbukaan dalam setiap langkah pembangunan bukan hanya penting untuk mencegah penyalahgunaan, tetapi juga untuk membangun kepercayaan antara pemerintah dan rakyat.
Sementara ketika awak media mencoba menggali informasi kebenaranya dari salah satu OPD yaitu kabag umum melalui whatshap,namun kabag umum(ice) tampaknya seolah olah menutup tutupi pembangunan kandang rusa tersebut.
Selain itu, protes ini muncul di tengah meningkatnya rasa ketidakpuasan terhadap kinerja bupati baru yang dianggap belum mampu memenuhi harapan masyarakat. Dengan adanya proyek-proyek yang dirasa tidak jelas dan tidak melibatkan masyarakat, banyak yang berharap agar bupati segera merespons keluhan ini demi membangun kembali kepercayaan warga.
Semoga ke depannya, semua pihak menyadari betapa pentingnya transparansi, agar semua pembangunan yang dilakukan benar-benar untuk kepentingan bersama dan bukan sekadar memenuhi ambisi pribadi. Jika tidak, rasa miris ini akan terus menghantui hubungan antara masyarakat dan pemimpin .Hingga berita ini di layangkan ke meja redaksi belum ada tanggapan dari OPD terkait.(J.sinaga)






