Simalungun.metro raya news.com.
bantuan langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD)adalah salah satu bantuan sosial yang disalurkan oleh Pemerintah Pusat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan bertujuan untuk meringankan beban keluarga yang kurang mampu.
pembagian BLT Tahun Anggaran 2024 di nagori lokung raya, kecamatan raya, kabupaten simalungun dimana penyaluran BLT terkesan tidak tepat sasaran yang dilakukan oleh kepala desa Mansen sinaga.
Hal ini disampaikan oleh beberapa masyarakat lokkung,saat di konfirmasi oleh awak media, sabtu (07/12/2024)di salah satu warung kopi di pematang raya,Kecamatan raya,kabupaten simalungun.
Berdasarkan informasi yang dihimpun metro raya news.com. dilapangan, menurut keterangan beberapa warga mengenai permasalahan pembagian BLT di nagori lokkung yang diduga tidak tepat sasaran, sehingga membuat masyarakat protes dan mengkritik Kepala desa dan perangkatnya.
Mirisnya lagi, kata seorang warga terdapat beberapa warga yang usianya masih 40 thn udah dapat BLT untuk lanjut usia .sedangkan yang lanjut usia seperti ibu SARMINA SARAGIH yang lahir tahun1940 belum pernah dapat bantuan (BLT DD)dan masih banyak warga yang lebih pantas menerimanya.
masyarakat Nagori lokkung telah menunjukkan ketidakpuasan yang mendalam terhadap cara pangulu mengelola pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi lansia. Situasi ini menciptakan keributan di kalangan warga yang merasa bahwa penyaluran bantuan tersebut tidak adil dan memihak kepada kelompok tertentu.
Sejak awal program BLT diluncurkan, masyarakat berharap agar bantuan ini dapat menjangkau semua lansia yang membutuhkan, tanpa pilih kasih. Namun, kenyataannya justru berbeda di nagori lokkung raya . Banyak lansia yang berhak menerima bantuan malah terabaikan, sementara beberapa individu yang dianggap tidak layak mendapatkan bantuan justru tercatat sebagai penerima. Ini menjadi sorotan utama yang membuat masyarakat merasa dikhianati oleh pihak yang seharusnya mewakili kepentingan mereka.
Banyaknya laporan dari masyarakat tentang ketidakpuasan terhadap kepala desa ini menjadi semakin nyata. Dalam setiap pertemuan komunitas, isu ini selalu muncul dan menjadi topik pembicaraan hangat. Masyarakat mulai mempertanyakan transparansi proses pemilihan penerima BLT dan menuntut agar pangulu lebih bertanggung jawab dalam melaksanakan amanahnya. Mereka meminta agar pangulu melakukan evaluasi yang lebih objektif serta melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan terkait pembagian bantuan.
Lebih lanjut lagi, masyarakat juga menyerukan perlunya adanya mekanisme pengawasan yang lebih ketat dari dinas terkait agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah desa, warga, dan lembaga-lembaga lain untuk memastikan bahwa setiap pemangku kepentingan memahami dan menjalankan tugasnya dengan baik demi kesejahteraan orang, terutama bagi lansia yang kurang mampu.
selanjutnya awak media metro raya news.com.menghubungi kepala dɓesa melalui whatsapp namun tidak merespon walaupun aktif.hingga berita ini dilayangkan ke meja redaksi belum ada jawaban kepala desa lokkung raya Mansen sinaga .(J.sng)






