Simalungun, metrorayanews.com.
Suasana haru dan bahagia membaur menjadi satu di RSUD Perdagangan, Kabupaten Simalungun, Senin (7/7/2025). Sejak pagi, ratusan orang tua mengantar anak-anak mereka mengikuti sunatan massal yang digelar oleh Al Jam’iyatul Washliyah Kabupaten Simalungun bersama organisasi kepemudaan.
Sebanyak 100 anak mengikuti khitanan gratis yang menjadi momen tak terlupakan bagi mereka. Ada yang terlihat tegang, ada pula yang tersenyum ceria sambil menggenggam erat tangan ibunya. Sesaat setelah prosesi selesai, tangis dan tawa pecah, namun berganti dengan sorak kegembiraan saat panitia membagikan bungkisan dan cenderamata.
Ketua Panitia, Sapruddin Purba, M.Pd, menyebutkan bahwa kegiatan ini adalah wujud kepedulian nyata pemuda terhadap masyarakat, terutama bagi keluarga yang membutuhkan.
“Ini bukan hanya soal sunatan, tapi tentang kebersamaan dan saling membantu. Kami ingin anak-anak ini tumbuh dengan kenangan bahwa banyak orang peduli pada mereka,” ujar Sapruddin, yang juga Ketua PD GPA Simalungun.
Kegiatan tersebut juga dihadiri langsung oleh Ketua KNPI Simalungun, Juni Pardomuan Saragih, SE, didampingi jajaran pengurus seperti Sekretaris DPD KNPI Sairul Amri Saragih, Bendahara Hendri Surya Saputra
Dalam sambutannya, Juni menyampaikan rasa bangga atas sinergi antar organisasi kepemudaan dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan.
“Pemuda bukan hanya agen perubahan, tapi juga harus jadi motor penggerak sosial. Apa yang dilakukan hari ini adalah bukti bahwa pemuda bisa hadir di tengah masyarakat dan membawa manfaat,” ujarnya.
Panitia yang terdiri dari para tokoh muda, seperti Fahmi Nugraha Fachrezy, S.Pd (Ketua PC HIMMAH Siantar–Simalungun) sebagai Sekretaris Panitia, serta Aji Apriansyah (Ketua PD IPA) sebagai Bendahara, bekerja tanpa lelah demi memastikan acara berjalan lancar.
Tak hanya sunatan, kegiatan ini juga dilengkapi dengan edukasi kesehatan bagi orang tua peserta dan sesi doa bersama. Banyak orang tua yang mengaku bersyukur, karena terbantu secara ekonomi dan merasa didampingi dalam proses penting bagi anak-anak mereka.
“Kalau tidak ada acara ini, mungkin kami harus menunggu lama untuk menyunat anak kami. Terima kasih kepada semua pihak,” ujar Mariani, seorang ibu peserta, dengan mata berkaca-kaca.
Kegiatan ini pun ditutup dengan pembagian Cendramata, makanan ringan, foto bersama, dan sorak-sorai anak-anak yang bangga telah menjadi bagian dari pengalaman istimewa ini.(Red)






