Model

Uncategorized

Keberhasilan Pembangunan Jembatan Antar Desa di Kabupaten Nias sebagai Simbol Inklusi dan Kolaborasi

318
×

Keberhasilan Pembangunan Jembatan Antar Desa di Kabupaten Nias sebagai Simbol Inklusi dan Kolaborasi

Sebarkan artikel ini

Nias -metrorayanews.com

Dalam upaya mendukung praktik baik pemanfaatan Dana Desa tingkat nasional pada tahun 2022–2024, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Nias melaksanakan pengambilan data di Kecamatan Somolo-molo. Salah satu keberhasilan penting yang diangkat adalah pembangunan jembatan yang menghubungkan empat desa, yakni Desa Lewueguru I, Iodano, Lewuombanua, dan Sisobawino I, yang kini menjadi simbol kolaborasi dan inklusivitas antar-desa.

Berada di Dusun I Desa Iodano, jembatan ini memberikan dampak signifikan bagi masyarakat di empat desa tersebut. Sebelum adanya jembatan, akses antar-desa sangat terbatas, menghambat kegiatan ekonomi, sosial, dan aksesibilitas layanan publik seperti pasar, sekolah, dan fasilitas kesehatan. Namun, dengan berdirinya jembatan ini, mobilitas masyarakat menjadi jauh lebih lancar, yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan dan ekonomi desa.

Seperti yang dilaporkan, harga karet—salah satu komoditas utama—mengalami peningkatan signifikan, dari Rp. 8.000,- menjadi Rp. 10.000,- per kilogram setelah akses transportasi yang lebih baik. Selain itu, produktivitas pertanian juga meningkat berkat kemudahan akses ke lahan pertanian.

Pembangunan jembatan ini adalah hasil dari semangat gotong royong dan kerja sama yang erat di antara keempat desa, yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk kelompok perempuan, anak-anak, masyarakat miskin, dan penyandang disabilitas. Usulan untuk membangun jembatan ini muncul dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa, di mana kelompok marginal turut berpartisipasi dalam menyuarakan kebutuhan akses yang lebih baik.

Keempat desa tersebut sepakat dalam musyawarah bersama yang dihadiri oleh Pemerintah Kecamatan Somolo-molo dan Tenaga Pendamping Profesional. Keputusan ini menghasilkan Peraturan Bersama Kepala Desa Nomor 01 Tahun 2022, yang menjadi dasar pembiayaan pembangunan jembatan dengan total anggaran sebesar Rp. 625.000.000,- yang bersumber dari Dana Desa. Rincian alokasi anggaran meliputi: Desa Iodano Rp. 147.500.000,-; Desa Lewueguru I Rp. 147.500.000,-; Desa Lewuombanua Rp. 157.500.000,-; dan Desa Sisobawino I Rp. 172.500.000,-.

Jembatan ini selesai dibangun pada Desember 2022, dan keberhasilannya mendapat apresiasi sebagai bukti nyata pemanfaatan Dana Desa untuk pembangunan inklusif dan kolaboratif. Meski demikian, jembatan ini masih membutuhkan perhatian lebih lanjut, terutama untuk penambahan tembok penahan dan pemeliharaan jangka panjang agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat.

Pembangunan jembatan antar desa ini diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indonesia dalam pemanfaatan Dana Desa secara inklusif dan berkelanjutan, yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.( TIM)