Model

Berita Daerah

Kapolsek Bangun Lepaskan Dua Tembakan Peringatan untuk Redam Massa di Rambung Merah

104
×

Kapolsek Bangun Lepaskan Dua Tembakan Peringatan untuk Redam Massa di Rambung Merah

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN metrorayanews.com Kapolsek Bangun, AKP R. Simarmata, melepaskan dua kali tembakan peringatan ke udara guna mengendalikan situasi keributan yang terjadi di Nagori Rambung Merah, Kabupaten Simalungun, menyusul aksi pengeroyokan yang mengakibatkan dua warga mengalami luka.

AKP R. Simarmata menegaskan, tindakan tersebut dilakukan semata-mata untuk menjaga keamanan dan mencegah jatuhnya korban lebih banyak, karena situasi di lapangan sudah tidak kondusif dan massa semakin sulit dikendalikan.

“Saya lepaskan tembakan peringatan ke atas karena situasi sudah memanas. Sudah ada korban akibat pemukulan, dan massa terus bertambah. Itu langkah terakhir untuk membubarkan kerumunan dan mengamankan masyarakat,” tegas AKP R. Simarmata kepada media yang meliput

Ia menjelaskan, saat kejadian jumlah massa diperkirakan mencapai hampir 200 orang, sehingga dikhawatirkan dapat memicu bentrokan lanjutan apabila tidak segera ditangani secara tegas namun terukur.

“Tindakan itu sesuai prosedur kepolisian dalam pengendalian massa. Bukan untuk menakut-nakuti, apalagi melukai warga,” tambahnya.

Keributan tersebut dipicu oleh ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dinilai akan mengalihfungsikan lapangan sepak bola Nagori Rambung Merah, yang selama ini menjadi fasilitas olahraga masyarakat.

Situasi semakin memanas setelah musyawarah yang sebelumnya dijadwalkan bersama masyarakat tidak berjalan maksimal. Sejumlah warga merasa tidak mendapatkan penjelasan yang utuh terkait rencana pembangunan tersebut.

Kapolsek Bangun menegaskan bahwa Polri tidak berpihak pada kepentingan mana pun, dan hanya bertugas menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.

“Kami tidak masuk ke ranah kebijakan desa. Tugas kami memastikan situasi aman. Persoalan pembangunan silakan diselesaikan melalui musyawarah dan jalur pemerintahan yang benar,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau seluruh elemen masyarakat agar menahan diri, tidak terprovokasi, dan menyerahkan penyelesaian persoalan kepada mekanisme yang berlaku.

Sementara itu, masyarakat berharap Camat Bangun segera turun tangan untuk memediasi konflik agar tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas, terlebih situasi masih rawan di tengah masa libur.

Peristiwa ini menegaskan pentingnya dialog terbuka, transparansi kebijakan, serta penghormatan terhadap ruang publik, agar konflik serupa tidak kembali terulang.

(BangHend)