Model

Nasional

Indonesia Sebagai Juru Damai Timur Tengah: Mengakhiri Konflik Lewat Diplomasi Kreatif

228
×

Indonesia Sebagai Juru Damai Timur Tengah: Mengakhiri Konflik Lewat Diplomasi Kreatif

Sebarkan artikel ini

Simalungun. Metrorayanews.com – Politik Kreatif Indonesia di Timur Tengah. Dulu Gus Dur, Presiden RI sudah berkunjung ke Israel dan diterima dengan hormat oleh pejabat Israel. Teori Israel sebagai negara penjajah sebenarnya sudah terbantahkan dengan kita mengakui Malaysia sebagai negara tetangga kita. Teori Ganyang Malaysia sudah kita tinggalkan dan tidak bertentangan dengan Pembukaan UUD 45.

 

Hal ini seharusnya berlaku juga untuk Israel yang berkolaborasi dengan Inggris waktu memperoleh kemerdekaan 1948. Negara-negara Arab juga sudah membuka hubungan persahabatan diplomatik dengan Israel (Mesir, Arab Saudi, Jordania, Uni Emirat Arab, dll.).

Indonesia seharusnya berperan sebagai juru damai dalam perselisihan Israel dengan Palestina dengan membuka hubungan diplomatik dengan kedua pihak. Dengan memihak kepada Hamas saja, Indonesia kehilangan peran sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Selama Hamas yang bertekad membuang orang Israel ke laut, tentu saja Two State Solution tidak akan terwujud. Politik kesejahteraan rakyat harus menjadi tujuan utama untuk Palestina dan tidak bertujuan mengusir orang Israel atau Yahudi dari Timur Tengah. Perang Israel vs Hamas yang sudah berlangsung hampir 1 tahun tidak akan berhenti selama Israel tidak menghadapi potensi ancaman seperti serangan 7 Oktober tahun lalu, sehingga solusinya hanya mungkin kalau Hamas dan Hisbulah mendeklarasikan kapitulasi demi penyelamatan korban rakyat Palestina dan Libanon seperti yang dilakukan Kaisar Jepang tahun 1945.

 

Indonesia harus berbenah diri sebagai pemimpin dunia dari negara Non Block dan berperan sebagai juru damai dan tidak menyulut perang yang tidak berkesudahan. Semoga Presiden Prabowo melanjutkan politik New Emerging Forces dari Presiden Soekarno tahun 60an. (Dr Sarmedi Purba)