Simalungun,mertrorayanews.com Direktur Utama PDAM Tirta Lihou, Dodi Ridowin Mandalahi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap aksi sejumlah pegawai dan kelompok Sumut Watch yang belakangan aktif mengkritisi manajemen perusahaan daerah air minum tersebut.
Dalam pernyataannya, Dodi menegaskan bahwa pihak manajemen tidak pernah mengabaikan aspirasi internal. Namun ia menyayangkan sikap tidak kooperatif yang ditunjukkan oleh sebagian pegawai.
“Tidak ada inspirasi, aspirasi, ataupun keluhan pegawai PDAM Tirta Lihou yang tidak kami tanggapi. Kami justru sudah mengundang mereka secara resmi untuk rapat. Sayangnya, mereka menolak hadir,” kata Dodi kepada wartawan, rabu (14/5/2025).
Ironisnya, menurut Dodi, ketika pihak pegawai mengusulkan sendiri tanggal pertemuan, mereka kembali mangkir tanpa keterangan. “Kami beri ruang, kami beri waktu. Tapi ketika tanggal sudah ditentukan oleh mereka sendiri pun, mereka tidak datang. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak serius menyelesaikan persoalan,” tegasnya.
Lebih jauh, Dodi juga mengkritik keras aksi yang dilakukan oleh kelompok pemantau bernama Sumut Watch. Ia menilai, organisasi tersebut tidak membantu penyelesaian masalah, justru memperkeruh keadaan.
“Saya sangat kecewa atas aksi Sumut Watch dan sejumlah pegawai PDAM Tirta Lihou. Bukannya mendorong dialog yang sehat, mereka justru menyulut keresahan dengan narasi sepihak,” ujarnya.
Dirut PDAM Tirta Lihou memastikan pihaknya tetap terbuka untuk komunikasi, namun menegaskan bahwa segala bentuk tindakan indisipliner tidak akan ditoleransi. “Kami akan ambil langkah tegas jika pola seperti ini terus berlanjut. PDAM Tirta Lihou adalah institusi pelayanan publik, bukan panggung drama,” pungkasnya. (J edward)






