Simalungun, metrorayanews.com
Gedung Sanggar Seni dan Budaya Simalungun yang berada di Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, kini sudah dibersihkan. Pembersihan dilakukan setelah bangunan tersebut ramai diberitakan dalam kondisi tak terurus dan dipenuhi rumput liar.
Bangunan megah yang menelan anggaran hingga miliaran rupiah itu sebelumnya menjadi sorotan karena tidak tampak difungsikan sebagaimana mestinya. Rumput tumbuh tinggi di sekeliling gedung, dan tidak terlihat ada aktivitas seni maupun upaya pemeliharaan rutin.
“Baru kemarin dibersihkan. Mungkin Setelah adanya pemberitaan dari salah satu media online, baru ada yang datang ke lokasi,” ujar seorang warga sekitar.
Kondisi ini memicu pertanyaan dari masyarakat soal keseriusan pemerintah daerah dalam merawat dan memanfaatkan fasilitas publik. Tanpa pengelolaan yang jelas, bangunan tersebut hanya menjadi simbol kemegahan tanpa manfaat nyata.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai status dan rencana pemanfaatan gedung ke depan. Publik berharap langkah pembersihan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi menjadi awal dari pengelolaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Ke depan, masyarakat tentu berharap gedung ini benar-benar menjadi ruang hidup bagi seni dan budaya Simalungun, bukan sekadar bangunan fisik tanpa jiwa. Sudah saatnya fasilitas publik dikelola secara serius dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. (J.srg)






