Model

Berita Daerah

Satgas MBG Simalungun Sidak Dapur SPPG di Raya, Pastikan Kualitas dan Keamanan Pangan Terjaga

20
×

Satgas MBG Simalungun Sidak Dapur SPPG di Raya, Pastikan Kualitas dan Keamanan Pangan Terjaga

Sebarkan artikel ini

 

Simalungun, metrorayanews.com
Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Simalungun, Benny Gusman Sinaga, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Raya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Adapun dapur yang menjadi sasaran sidak meliputi SPPG Bahapal Raya, SPPG Yayasan Karya Pangan Bergizi, serta SPPG Yayasan DS Cikoko. Kegiatan tersebut turut didampingi oleh seluruh anggota tim Satgas MBG.
Tidak hanya meninjau dapur, Ketua Satgas juga menyempatkan diri mengunjungi sekolah penerima manfaat, yakni SD Negeri No. 095157 dan SD Negeri 091316 Pematang Raya.

Dalam kunjungan tersebut, 22/04/2026 para siswa menyampaikan respons positif terhadap makanan yang disajikan, baik dari segi rasa maupun variasi menu.
Secara umum, pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut dinilai berjalan baik. Namun demikian, masih ditemukan sejumlah hal yang perlu segera ditindaklanjuti. Ketua Satgas pun langsung menginstruksikan kepada mitra dan pengelola dapur untuk melakukan perbaikan secepatnya.

Ia juga menegaskan pentingnya konsistensi dalam menjaga kualitas makanan, mulai dari kandungan gizi, kebersihan, hingga aspek keamanan pangan bagi para siswa. “Pengawasan harus dilakukan secara ketat di setiap tahapan, mulai dari pemilihan dan pengecekan bahan baku, proses pengolahan di dapur, hingga makanan sampai ke tangan siswa,” tegasnya.

Selain itu, Satgas MBG juga berkomitmen melakukan evaluasi berkala terhadap seluruh dapur SPPG di Kabupaten Simalungun guna memastikan tidak ada celah dalam pelaksanaan program. Evaluasi ini mencakup standar operasional, kualitas bahan baku, hingga manajemen distribusi, sehingga program MBG tidak hanya berjalan, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan gizi dan kesehatan siswa.

Langkah tegas yang dilakukan Satgas ini sekaligus menjadi sinyal bahwa program MBG tidak boleh dijalankan secara asal-asalan. Pengawasan yang konsisten dan tindakan cepat terhadap temuan di lapangan diharapkan mampu menjaga kepercayaan publik serta memastikan setiap anak penerima manfaat mendapatkan asupan makanan yang layak, sehat, dan bergizi setiap harinya.

Sementara itu, saat awak media meminta tanggapan warga sekitar terkait keberadaan dapur MBG, masyarakat setempat mengaku merasa terbantu dan menyambut baik program tersebut. Warga menyebut hingga saat ini belum ada gangguan yang dirasakan, termasuk terkait pengelolaan air limbah. “Sampai sekarang belum ada kami merasa terganggu. Kami senang dapur MBG ini ada di sini, karena bisa menampung tenaga kerja dan juga membantu menampung hasil pertanian kami seperti pisang, bumbu, dan sayur,” ujar salah seorang warga. J Edward.